Memulihkan Gambar Allah: Pendampingan Pastoral bagi Korban Perundungan dalam Perspektif Teologi Pastoral
Perundungan ( bullying ) di lingkungan pendidikan urban saat ini bukan lagi sekadar dinamika pergaulan remaja, melainkan sebuah krisis kemanusiaan yang mendalam. Berbagai kasus kekerasan yang terjadi di sekolah menengah di Jakarta, yang berdampak pada trauma fisik hingga tindakan destruktif akibat depresi, menjadi lonceng peringatan bagi para pelayan pastoral. Sebagai praktisi pelayanan, kita harus bertanya: di mana posisi teologi pastoral ketika martabat seorang anak manusia dirusak di ruang-ruang publik maupun di balik layar gawai? Dalam perspektif teologi pastoral, perundungan bukan sekadar pelanggaran disiplin, melainkan sebuah bentuk dosa terhadap kemanusiaan. Setiap individu diciptakan menurut gambar dan rupa Allah ( Imago Dei ). Ketika seorang siswa dirundung, pelaku sebenarnya sedang mencoba merusak citra Allah dalam diri sesamanya melalui penyalahgunaan kekuasaan. Perundungan menciptakan isolasi spiritual yang pekat; korban sering kali merasa Tuhan "absen" dalam ...