D. Indonesia pasca-VOC: Masuknya Pengaruh Prancis dan Pendudukan Inggris

Pendahuluan

Ketika Belanda diduduki Prancis pada 1795 dan VOC dibubarkan pada 1799, praktis terjadi semacam kekosongan kekuasaan di Nusantara. Sementara itu, Inggris mengincar Nusantara. Dalam situasi itu, Prancis dan pemerintah Belanda mustahil mengirim bantuan ke Batavia karena jalur laut dikuasai Inggris. Yang dilakukan adalah menugaskan seorang gubernur jenderal yang kuat. Dia adalah Herman Willem Dandels (1762-1818), seorang bekas advokat, patriot, jenjeral, dan pengagum Napoleon Bonaparte. Daendels ditugasi membangun pertahanan di Nusantara untuk menghadapi kemungkinan serangan Inggris.

 

1.    Herman Willem Daendels (Januari 1808-Mei 1811)

Tugas utama Daendels adalah mempertahankan Jawa dari serangan Inggris serta memperbaiki keadaan tanah jajahan dari berbagai aspek, terutama korupsi.

 

Dandels menerapkan sejumlah kebijakan, yaitu sebagai berikut.

a.    Membangun Jalan Raya Pos dari Anyer (ujung timur Jawa) sampai Panarukan (ujung timur Jawa). Jalan ini dibangun agar tentara Daendels dapat bergerak dengan cepat.

b.    Mendirikan benteng-benteng pertahanan, seperti Benteng Lodewijk (Louis) di Surabaya, Benteng Meester Cornelis (Jatinegara sekarang) di Batavia, dan lain-lain.

c.     Membangun pangkalan angkatan laut di Merak dan Ujung Kulon.

d.    Membangun angkatan perang yang terdiri dari orang-orang pribumi, seperti Legiun Mangkunegara.

e.    Mendirikan pabrik senjara di Surabaya, pabrik meriam di Semarang, dan sekolah militer di Batavia.

f.      Membangun rumah sakit dan tangsi militer yang baru.

 

2.    Jan Willem Janssens

Pada 1811, Daendels digantikan oleh Jan Willem Janssens. Di bawah Janssens, Inggris menyerang Jawa. Melalui serangan darat dan laut, Inggris berhasil memaksa Janssens menyerah di Tuntang (Jawa Tengah) pada 1811. Penyerahan kekuasaan ini ditandai dengan ditandatanganinya Perjanjian Tuntang (1811), yang isinya antara lain sebagai berikut.

 

a.    Seluruh koloni Belanda diserahkan kepada Inggris.

b.    Semua tentara yang tadinya merupakan bagian dari pemerintahan Daendels menjadi tentara Inggris.

c.     Orang-orang Belanda dapat dipekerjakan oleh Inggris.

 

3.    Thomas Stamford Raffles (1811-1814)

Inggris menunjuk T.S. Raffles sebagai letnan gubernur. Selama pemerintahannya, ia menekankan asas-asas liberal, yaitu kebebasan, kesetaraan, dan supremasi hukum. Hal itu tercermin dalam beberapa kebijakan, antara lain sebagai berikut.

a.    Menghapus tanam paksa rodi serta menghentikan perdagangan budak

b.    Rakyat bebas menentukan jenis tanaman yang ditanam.

c.     Menghapus pajak hasil bumi.

d.    Tanah adalah milik pemerintah dan petani hanya penggarap.

e.    Pajak sewa tanah dikenakan per kepala/per orang.

f.   Bupati diangkat sebagai pegawai pemerintah, dan jabatan yang diwariskan turun-temurun dihapus.

g.    Membagi Pulau Jawa menjadi 16 keresidenan.

h.    Membentuk sistem pemerintahan dan sistem peradilan yang mengacu pada sistem yang dilaksanakan di Inggris.

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pokok-Pokok pikiran dalam BPUPK

Kisi-Kisi UH 1 Sejarah kelas X (Pengaruh Agama dan Kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia)