Pada tanggal 29 Mei 1945, sidang pertama BPUPK dimulai. Pada sidang pertama ini, dr. Radjiman Wediodiningrat meminta pandangan para anggota mengenai dasar Negara Indonesia merdeka yang akan dibentuk. Permintaan tersebut dijawab oleh para anggota sidang seperti: Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Supomo, dan Ir. Soekarno. 1) Pandangan Muhammad Yamin Muhammad Yamin menyatakan lima "asas dasar Negara Kebangsaan Republik Indonesia", sebagai berikut. a) Perikebangsaan b) Perikemanusiaan c) Peri ketuhanan d) Peri kerakyatan e) Kesejahteraan Rakyat 2) Pandangan Supomo Supomo mengemukakan teori integralistik. Teori ini lebih menitikberatkan kepentingan golongan daripada kepentingan individu. Pada tanggal 31 Mei 1945, Supomo menyampaikan lima asas yang mendasari Negara Indonesia yang integralistik, sebagai berikut. a) Persatuan b) Kekeluargaan c) Keseimbangan lahir dan batin d) Musyawarah e) Keadilan rakyat 3) Pandangan Soe...
PISA tidak bermaksud memberi tahu negara-negara apa yang harusnya mereka lakukan. Kekuatan PISA terletak pada memberi tahu negara-negara apa yang dilakukan oleh negara lain. para pembuat kebijakan pendidikan dapat memperoleh manfaat dari perbandingan internasional dengan cara yang sama seperti para pemimpin bisnis belajar mengarahkan perusahaan mereka menuju kesuksesan: dengan mengambil inspirasi dari orang lain, dan kemudian mengadaptasi pelajaran yang dipetik ke situasi mereka sendiri. Bagi para pembuat kebijakan di bidang pendidikan, hal ini dapat dicapai melalui berbagai bentuk: menganalisis perbedaan yang diamati dalam kualitas, kesetaraan, dan efisiensi pendidikan antara satu negara dengan negara lain, dan mempertimbangkan bagaimana hal tersebut terkait dengan fitur-fitur tertentu dari sistem pendidikan negara-negara tersebut. Salah satu arsitek utama pendekatan ini adalah Marc Tucker. Studi perbandingan yang dilakukan Tucker telah mengungkapkan serangkaian fitur...
Dunia pendidikan saat ini sedang berada di tengah pusaran ketidakpastian. Perubahan iklim ekonomi, disrupsi teknologi AI, hingga pergeseran nilai sosial menuntut institusi pendidikan untuk melampaui konsep keberlanjutan ( sustainability ) yang bersifat statis. Kita kini membutuhkan strategi baru dalam pengelolaan sumber daya yang tidak hanya mampu bertahan, tetapi tetap kokoh dan adaptif. Transformasi tata kelola sumber daya pendidikan bukan lagi sekadar pilihan administratif, melainkan fondasi utama bagi lahirnya ketangguhan mandiri ( self-resilience ) bangsa. Kemandirian: Fondasi Kesejahteraan dan Keseimbangan Hidup Strategi pertama dalam membangun pendidikan yang tak tergoyahkan dimulai dari penguatan kemandirian individu. Tata kelola sumber daya harus diarahkan untuk menciptakan ekosistem yang mendukung keseimbangan hidup bagi seluruh civitas akademika. Di Indonesia, tantangan kesehatan mental dan beban kerja pendidik yang tinggi seringkali menjadi titik lemah. Manajemen yang resi...
Komentar
Posting Komentar