Faktor Eksternal Penghambat Integrasi Nasional di Indonesia
Kerukunan Antar Umat Beragama
Dari data statistik sering diungkapkan
bahwa dari 148 juta (tahun 1984) penduduk Indonesia, 90% menganut Agama Islam.
Akan tetapi sejak Indonesia merdeka, kedudukan Islam dalam area politik
nasional seringkali menjadi persoalan yang menimbulkan pertentangan, sehingga
mengakibatkan kemacetan politik, pemberontakan berlatar belakang agama dan
kedaerahan, juga pertentangan sosial lainnya.
2) Perubahan
Nilai-Nilai
Akibat dari perkembangan teknologi
komunikasi juga muncul kelompok masyarakat yang merasa mandiri, kemudian muncul
egoisme, asalkan saya selamat, yang lain masa bodoh. Jika kita sampai pada pemikiran
seperti itu akan sampai pada satu bahaya besar, karena akan terjadi disintegrasi
yang tidak tampak.
3) Politik
Ketidaksesuaian kebijakan-kebijakan
pemerintah pusat yang diberlakukan pada pemerintah daerah juga sering menimbulkan
perbedaan kepentingan yang akhirnya timbul konflik sosial karena dirasa ada
ketidak-adilan di dalam pengelolaan dan pembagian hasil, atau hal-hal lain
seperti perasaan pemerintah daerah yang sudah mampu mandiri dan tidak lagi membutuhkan
bantuan dari pemerintah pusat, konflik antar-partai dan lain-lain.
4) Ekonomi
Krisis ekonomi yang
berkepanjangan semakin menyebabkan sebagian besar penduduk hidup dalam taraf
kemiskinan. Kesenjangan sosial masyarakat Indonesia yang semakin lebar antara
masyarakat kaya dengan masyarakat miskin dan adanya indikasi untuk mendapatkan kekayaan
dengan tidak wajar yaitu melalui KKN.
5) Sosial
Budaya
Konflik tata nilai yang sering
terjadi saat ini, yaitu konflik antar kelompok yang keras dan lebih modern
dengan kelompok yang relatif terbelakang.
6) Pertahanan
dan Keamanan
Turunnya wibawa TNI dan Polri akibat kesalahan
di masa lalu, dimana TNI dan Polri digunakan oleh penguasa sebagai alat untuk
mempertahankan kekuasaanya bukan sebagai alat pertahanan dan keamanan negara.
Komentar
Posting Komentar