B. Peran Manusia dalam Sejarah
Manusia dan sejarah tidak dapat dipisahkan. Manusia memiliki rasio atau akal budi yang telah dianugerahkan oleh Sang Pencipta. Dengan akal budinya, manusia mengingat, merefleksikan pengalaman hidupnya, serta memiliki harapan dan cita-cita yang kemudian diwujudkan dalam tindakan nyata demi kemajuan dan perkembanganya.
Manusia menjadi penggerak sejarah atau peristiwa hidupnya dalam rangka mewujudkan perubahan dan kemajuan yang dicita-citakanya. Perannya dalam peristiwa sejarah layaknya pemeran utama dalam drama. Dengan kata lain, sejarah adalah sejarahnya manusia.
Dalam proses gerak sejarah, tidak dapat dimungkiri lingkungan alam ikut mempengaruhi sejarah manusia, misalnya dalam bentuk keadaan iklim, kandungan sumber daya alam, serta bencana alam. Contohnya, masyarakat yang tinggal di daratan rendah yang subur memanfaatkan alam (tanah) untuk bertani. Adapun di daerah pesisir, masyarakatnya memanfaatkan alam (laut) untuk menangkap ikan.
Lingkungan alam tidak menentukan gerak manusia. Lingkungan alam hanya memengaruhi sejarah manusia, tidak menggerakan sejarah manusia.

Komentar
Posting Komentar